Ketemu lagi di blog saya hari ini minggu kedua saya masuk praktik dan seperti di hari hari sebelumnya di hari Senin ini kami prepare saja untuk besok dan besok kami masuk dalam menu oriental Buffet yang terdiri dari :
Oriental Buffet
Thai Beff Salad
Chinese Spinach and Peanut Salad
***
Tom Yam Goong
Pho Bo
***
Gai Tod Takrai
Yam Makeua Yo
Khau Plau
Ingen No Goma Ae
Tori No Teriyaki
Onigiri
***
Tang Yuan
Khao Heow Ma Muany
Tang Zhong
Dan kelompok saya mendapatkan menu Maincourse. setelah itu sebelum kami melakukan training kami berdoa menurut agama dan kepercayaan kami masing masing dan setelah itu kami langsung prepare.Beberapa menit kemudian kami di semester 4 dan 2 disuruh oneline oleh Pak Ical.
Setelah itu Pak Ical lalu menjelaskan tentang kuisioner yang harus di isi setiap kami mangambil barang untuk praktik dan di update melalui HP.setelah semuanya jelas kami melanjutkan lagi prepare kami. dan inilah prepare kelompok saya hari ini dan sebagian lagi akan kami prepare besok sekaligus untuk di finishing.
Ketemu lagi di blog saya, hari ini hari ke empat saya praktik di minggu ini.disini saya akan melanjutkan tentang apa saja yang saya kerjakan kemarin.hari ini kami masuk pada pukul 08.00 dan langsung melanjutkan prepare kami yang kemarin yang belum selesai dan semuanya berjalan dengan lancar. Dan hari ini kami mem-finishing menu yang kami buat dan semua selasai pada pukul 11.00 lewat dan setelah itu kami istirahat sejenak sambil menunggu open restourant. Pada pukul 12.30 lewat restorant open dan kami mengeluarkan menu yang kami buat ke restourant dan setelah itu kami pergi shalat duhur secara berjamaah.
Setelah shalat kami istirahat lagi sambil cerita cerita dan menunggu waktu makan siang bersama. Setelah semuanya berkumpul kami lalu makan bersama dengan menyantap makanan yang kami buat hari ini dan setelah semuanya makan kami lalu melanjutkan pekerjaan kami yang belum selesai yaitu general cleaning (GC). Sebagian teman kami GC dan sebagian lagi perempuannya prepare makanan buat besok kami jual dan membaginya ke masyarakat yang berada di sekitar kampus kami.setelah kitchen bersih dan preprare makanan yang akan kami jual dan bagi ke masyarkat selesai kami lalu istirahat lagi sambil menunggu waktu shalat ashar dan menunggu waktu pulang. Pada pukul 17.30 lewat kami oneline dan ma'am suri memberikan kami beberapa arahan dan setelah itu kami berdoa dan pulang.
Ketemu lagi di blog,seperti biasa hari ini saya Akan melanjutkan tentang apa saja yang saya buat atau kerjakan kemarin bersama dengan kelompok saya,di hari ini kami telah menyelesaikan menu yang kemarin yang kami buat yaitu Eropean Buffet.setelah semua masakan selesai kami lalu men-setup masakan kami di restaurant.
Beff Strawganoff
Spagheti Bolognaise
pada pukul 12.00 lewat kami istiraha sejenak untuk melakukan shalat duhur.setelah itu kami preparelagi menu untuk besok dan kami masuk dalam menu Celebes Buffet yang terdiri dari :
Dan hari ini kelompok saya mendapatkan menu dessert yaitu cucuru bayou dan pisang ijo.
Prepare Cucuru Bayao
Prepare Pisang ijo
Setelah semua prepare selesai kami langsung melakukan general cleanging (GC) dan di bantu juga oleh semester 2.setelah seluruh kitchen bersih kami istirahat sejenak dan makan bersama, makanan yang kami makan hari ini ialah makanan yang di buat oleh teman kami. Setelah semuanya makan kami lalu istirahat sambil menunggu suara adzan untuk melakukan shalat azhar. Setelah itu sambil menunggu waktu pulang kami duduk bersama sambil bercerita untuk menghilangkan kebosanan karna semua yang kami kerjakan hari ini telah selesai, lagi asik cerita saya dipanggil teman saya untuk membantu memperbaiki pipa yang tersumbat dan ini kedua kalinya saya melakukan hari ini. Saya di bantu juga oleh beberapa teman perempuan saya,Pak Jaya dan semester dua dan semuanya berjalan lancar, dan yang menyebabkan pipa tersebut tersumbat ialah spoit. Setelah itu Pada pukul 18.20 lewat kami shalat magrib lagi dan setelah itu kami langsung di suruh oneline dan berdoa untuk pulang.
Ketemu lagi di blog saya, hari ini hari ketiga saya praktik dan yang saya kerjakan ialah melanjutkan mem-finishing menu yang saya dan kelompok saya buat kemarin,Dan Alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar. Sambil mem-finishing menu yang kami buat, sebagian teman kelompok saya prepare lagi untuk menu besok dan sebagian lagi mem-finishing menu hari ini dan pada pukul 12.00 semua prepare kami untuk besok telah selesai,dan besok kami masuk dalam menu Indonesia Buffet yang terdiri dari :
Dan kelompok saya mendapatkan menu soup yaitu : Soto Banjar dan Ikan Cuka. setelah itu pada pukul 12.30 lewat, semua menu yang kami buat hari ini di keluarkan ke restaurant dan setelah itu kami istirahat sejenak untuk shalat duhur.setelah itu teman saya menyiapkan makanan yang akan kami makan bersama dan setelah semuanya makan kami istirahat sejenak dan langsung melanjutkan pekerjaan kami lagi yaitu general cleaning(GC). Pada pukul 14.30 lewat pekerjaan kami telah selasai dan kami kembali istirahat lagi sambil menunggu waktu pulang.pada pukul 17.30 lewat kami di suruh oneline dan setelah itu kami berdoa dan pulang.
Kunyit atau kunir, (Curcuma longa Linn. syn. Curcuma
domestica Val.), adalah termasuk salah satu tanaman rempah-rempah dan obat asli dari
wilayah Asia Tenggara. Tanaman ini kemudian mengalami
penyebaran ke daerah Malaysia, Indonesia, Australia bahkan Afrika. Hampir
setiap orang Indonesia dan India serta
bangsa Asia umumnya
pernah mengonsumsi tanaman rempah ini, baik sebagai pelengkap
bumbu masakan, jamu atau untuk menjaga kesehatan dan kecantikan.
Kunyit tergolong dalam kelompok jahe-jahean, Zingiberaceae.
Kunyit dikenal di berbagai daerah dengan beberapa nama lokal, seperti turmeric (Inggris), kurkuma (Belanda), kunyit (Indonesia
dan Malaysia), janar (Banjar), kunir (Jawa), koneng (Sunda), konyet (Madura).
Kunyit atau Curcuma domestica selalu digunakan di dapur
sebagai penyedap makanan atau pewarna. Selain digunakan di dapur, kunyit juga
telah dipakai secara turun-temurun sebagai obat tradisional.. Kunyit selalu
dijadikan dalam bentuk tepung, pasta, minyak, ubat hirup(inhaler) atau
hanya direbus begitu sahaja. Memang peyembuhan relatif lambat, tetapi kemampuan
kunyit sebagai antibakteria, stimulan (merangsang aktiviti saraf untuk
sementara waktu), tonik (memulihkan semangat tubuh atau organ tertentu dan
astringent (bahan penyebab kontraksi jaringan) menampakkan keperkesanannya.
Sebagai ubat luar, kunyit dicampurkan dengan minyak kelapa dipakai sebagai ubat
luka. Pada penyakit cacar dan cacar air, satu lapisan serbuk kunyit akan
memudahkan proses pengeringan luka. Kunyit juga sering dipakai sebagai ubat
otorrhoea (penyakit telinga bernanah). Kunyit juga digunakan untuk merawat
inhaler, penyembuh radang selaput hidung yang menyebabkan penyumbatan hidung
atau beberapa gejala flu yang lain.
Air rebusan kunyit diketahui sebagai ubat cirit-birit dan penambah selera
makan. Untuk penyakit bronchitis dan batuk, air rebusan kunyit, jahe dan gula
merah dapat mengubatinya sekira diminum secara teratur. Pusat Penelitian
Makanan di Amerika Syarikat menemui bahwa campuran kunyit dan kayumanis
ternyata berpeluang mengubati penyakit diabetes. Ramuan tersebut dapat
melipatgandakan kebolehan kerja insulin untuk menguraikan glukosa. Daripada
beberapa ujian farmakologi , zat kurkumin sebagai pemberi warna kuning pada
tanaman ini yang berperanan sebagai antibakteria dan antiinflamasi dalam proses
penyembuhan luka.
4. Characteristic of ingredient
Keras
Sumber : www.google.com
wikipedia
2.Jahe
Jahe (Zingiber
officinale), adalah tanaman rimpang yang sangat populer sebagai rempah-rempah
dan bahan obat. Rimpangnya berbentuk jemari yang menggembung di ruas-ruas
tengah. Rasa dominan pedas disebabkan senyawa keton bernama zingeron.
Jahe termasuk suku Zingiberaceae (temu-temuan). Nama ilmiah
jahe diberikan oleh William Roxburgh dari kata Yunani zingiberi,
dari Bahasa Sanskerta, singaberi.
Jahe diperkirakan berasal dari India. Namun, ada
pula yang mempercayai jahe berasal dari Republik
Rakyat Tiongkok Selatan. Dari India, jahe dibawa sebagai rempah perdagangan
hingga Asia Tenggara, Tiongkok, Jepang,
hingga Timur Tengah. Kemudian pada zaman kolonialisme, jahe
yang bisa memberikan rasa hangat dan pedas pada makanan segera menjadi
komoditas yang populer di Eropa.
Jahe (Zingiber officinale Rosc.) merupakan salah satu jenis
tanaman yang termasuk ke dalam suku Zingiberaceae. Nama Zingiber berasal
dari bahasa Sansekerta “singabera” (Rosengarten 1973) dan Yunani “Zingiberi”
(Purseglove et al. 1981) yang berarti tanduk, karena bentuk rimpang jahe mirip
dengan tanduk rusa. Officinale merupakan bahasa latin (officina) yang berarti
digunakan dalam farmasi atau pengobatan (Janson 1981).
Jahe dikenal dengan nama umum (Inggris) ginger atau garden
ginger. Nama ginger berasal dari bahasa Prancis: gingembre, bahasa Inggris
lama: gingifere, Latin: ginginer, Yunani (Greek): zingiberis (ζιγγίβερις).
Namun, kata asli dari zingiber berasal dari bahasa Tamil inji ver.
Istilah botani untuk akar dalam bahasa Tamil adalah ver, jadi akar inji adalah
inji ver.
Di Indonesia jahe memiliki berbagai nama daerah. Di Sumatra
disebut halia (Aceh), beuing (Gayo), bahing (Karo), pege (Toba), sipode (Mandailing), lahia (Nias), sipodeh (Minangkabau), page (Lubu),
dan jahi (Lampung). Di Jawa, jahe dikenal dengan jahe(Sunda), jae (Jawa), jhai (Madura),
dan jae (Kangean). Di Sulawesi, jahe dikenal dengan nama layu (Mongondow), moyuman(Poros), melito (Gorontalo), yuyo (Buol), siwei (Baree), laia (Makassar),
dan pace (Bugis). Di Nusa Tenggara, disebut jae (Bali), reja (Bima), alia (Sumba),
dan lea (Flores). Di Kalimantan (Dayak), jahe dikenal dengan
sebutan lai, di Banjarmasin disebut tipakan. Di Maluku, jahe
disebut hairalo (Amahai), pusu, seeia, sehi (Ambon), sehi (Hila), sehil (Nusalaut), siwew (Buns), garaka(Ternate), gora (Tidore),
dan laian (Aru). Di Papua, jahe disebut tali (Kalanapat)
dan marman (Kapaur). Adanya nama daerah jahe di berbagai wilayah di
Indonesia menunjukkan penyebaran jahe meliputi seluruh wilayah Indonesia.
Karena jahe hanya bisa bertahan hidup di daerah tropis,
penanamannya hanya bisa dilakukan di daerah katulistiwa seperti Asia
Tenggara, Brasil,
dan Afrika.
Saat ini Equador dan
Brasil menjadi pemasok jahe terbesar di dunia. Dalam sistematika tumbuhan,
tanaman jahe termasuk dalam kingdom Plantae, Subkingdom Tracheobionta,
Superdivisi: Spermatophyta, Divisi: Magnoliophyta/Pteridophyyta, Subdivisi:
Angiospermae, Kelas: Liliopsida-Monocotyledoneae, Subkelass: Zingiberidae,
Ordo: Zingiberales, Suku/Famili: Zingiberaceae, Genus: Zingiber P. Mill.
Species: Zingiber officinale (Roscoe, 1817) (US National Plant Database 2004).
Sinonim nama jahe adalah : Amomum angustifolium Salisb., dan Amomum
zingiber L. Ada sekitar 47 genera dan 1.400 jenis tanaman yang termasuk dalam
dalam suku Zingiberaceae, yang tersebar di seluruh daerah tropis dan sub
tropis. Penyebaran Zingiber terbesar di belahan timur bumi, khususnya Indo
Malaya yang merupakan tempat asal sebagian besar genus Zingiber (Lawrence 1951:
Purseglove 1972). Di Asia Tenggara ditemukan sekitar 80-90 jenis Zingiber yang
diperkirakan berasal dari India, Malaya dan Papua. Namun hingga saat ini,
daerah asal tanaman jahe belum diketahui. Jahe kemungkinan berasal dari China
dan India (Grieve 1931; Vermeulen 1999) namun keragaman genetik yang luas
ditemukan di Myanmar (Jatoi et al. 2008) dan India, yang diduga merupakan pusat
keragaman jahe (Ravindran et al. 2005).
Jahe memiliki jumlah kromosom 2n=2x=22, namun beberapa
kultivar jahe diketahui sebagai poliploid (Kubitzki, 1998). Darlington dan
Ammal (1945) dalam Peter et al. (2007) melaporkan terdapat jenis Z. officinale
yang memiliki jumlah kromosom sebanyak 28. Darlington dan Wylie (1955) juga
menyatakan bahwa pada jahe terdapat 2 kromosom B. Rachmandran (1969) melakukan
analisis sitologi pada 5 spesies Zingiber dan menemukan pada seluruh spesies
memiliki jumlah kromosom 2n=22. Ratnabal (1979) mengidentifikasi kariotipe 32
kultivar jahe (Z. officinale) dan menemukan seluruh kultivar jahe memiliki
kromosom somatik berjumlah 22 dan ditemukan pula adanya kromosom asimetris
(kromosom B) pada seluruh kultivar kecuali kultivar Bangkok dan Jorhat. Beltram
dan Kam (1984) dalam Peter et al. (2007) mengobservasi 9 Zingiber spp. dan
menemukan bahwa Z. officinale bersifat aneuploid (2n=24), polyploid (2n=66) dan
terdapat B kromosom (2n= 22+2B). Tetapi Etikawati dan Setyawan (2000), Z. officinale
kultivar jahe putih kecil (emprit), gajah dan merah memiliki jumlah kromosom
2n=32. Eksomtramage et al. (2002) mengamati jumlah kromosom 3 spesies Z.
officinale asal Thailand dan menemukan 2n=2x=22. Yulianto (2010) menyatakan
jumlah kromosom jahe putih dan jahe merah yakni 2n=24=22+2B. Rachmandran (1969)
melakukan analisis sitologi pada 5 spesies Zingiber, selain menemukan jumlah
khromosom pada seluruh spesies 2n=22 juga membuktikan adanya struktur pindah
silang akibat peristiwa inversi. Observasi pada fase metaphase mitosis
menemukan bahwa jahe diploid (2n=2x=22) memiliki panjang kromosom rata-rata
128.02 μm dan lebar 5.82 μm. Rasio lengan kromosom terpanjang dan terpendek
adalah 2.06:1, hampir 45,5% kromosom memiliki 2 lengan dan terdapat 2 kromosom yang
berbeda (Zhi-min et al. 2006). Adanya variasi pada jumlah kromosom merupakan
suatu mekanisme adaptasi dan pembentukan spesies pada tanaman. Hal ini juga
menjadi penyebab terjadinya variasi genetik pada jahe. Selain itu ditemukannya
struktur pindah silang diduga menjadi penyebab rendahnya fertilitas tepung sari
yang menyebabkan pembentukan buah dan biji pada jahe jarang terjadi.
Batang jahe merupakan batang semu dengan tinggi 30 hingga
100 cm. Akarnya berbentuk rimpang dengan daging akar berwarna kuning
hingga kemerahan dengan bau menyengat. Daun menyirip dengan panjang 15 hingga
23 mm dan panjang 8 hingga 15 mm. Tangkai daun berbulu halus.
Bunga jahe tumbuh dari dalam tanah berbentuk bulat telur
dengan panjang 3,5 hingga 5 cm dan lebar 1,5 hingga 1,75 cm. Gagang
bunga bersisik sebanyak 5 hingga 7 buah. Bunga berwarna hijau kekuningan. Bibir
bunga dan kepala putik ungu. Tangkai putik berjumlah dua.
Rimpang jahe, terutama yang dipanen pada umur yang masih
muda tidak bertahan lama disimpan di gudang. Untuk itu diperlukan pengolahan
secepatnya agar tetap layak dikonsumsi. Untuk mendapatkan rimpang jahe yang
berkualitas, jahe dipanen pada umur tidak terlalu muda juga tidak terlalu tua.
Jahe segar Selain dipasarkan dalam bentuk olahan jahe,
juga dipasarkan dalam bentuk jahe segar, yaitu setelah panen, jahe dibersihkan
dan dijual kepasaran.
Terdapat beberapa hasil pengolahan jahe yang terdapat di
pasaran, yaitu:
Merupakan hasil pengolahan tradisional dari jahe segar. Yang
paling sering ditemui di pasaran adalah, tingting jahe (permen jahe), acar,
asinan, sirup, dan jahe instan. Beberapa jenis olahan jahe ini disukai konsumen
dari daerah Asia dan Australia.
Merupakan hasil pengolahan lebih lanjut dari jahe
menggunakan teknologi industri, jahe dikeringkan selanjutnya digiling dengan
kehalusan butiran bubuk yang ditentukan. Bubuk jahe diperlukan untuk keperluan
farmasi, minuman, alkohol dan jamu. Biasanya menggunakan bahan baku jahe
kering.
Jahe tumbuh subur di ketinggian 0 hingga 1500 meter di atas
permukaan laut, kecuali jenis jahe gajah di ketinggian 500 hingga 950 meter.
Untuk bisa berproduksi optimal, dibutuhkan curah hujan 2500
hingga 3000 mm per tahun, kelembapan 80% dan tanah lembap dengan PH 5,5
hingga 7,0 dan unsur hara tinggi. Tanah yang digunakan untuk penanaman jahe
tidak boleh tergenang.
Merupakan jahe yang paling disukai di pasaran internasional.
Bentuknya besar gemuk dan rasanya tidak terlalu pedas. Daging rimpang berwarna
kuning hingga putih.
Merupakan jahe yang banyak dipakai sebagai bumbu masakan,
terutama untuk konsumsi lokal. Rasa dan aromanya cukup tajam. Ukuran rimpang
sedang dengan warna kuning.
Jahe jenis ini memiliki kandungan minyak atsiri tinggi dan
rasa paling pedas, sehingga cocok untuk bahan dasar farmasi dan jamu. Ukuran
rimpangnya paling kecil dengan kulit warna merah, serat lebih besar dibanding
jahe biasa.
Di masyarakat barat, ginger ale merupakan produk
yang digemari. Sementara Jepang dan Tiongkok sangat menyukai asinan jahe. Sirup
jahe disenangi masyarakat Tiongkok, Eropa dan Jepang.
Di Indonesia, sekoteng, bandrek,
dan wedang
jahe merupakan minuman yang digemari karena mampu memberikan rasa
hangat di malam hari, terutama di daerah pegunungan.
Sumber : www.google.com
wikipedia
3. Lengkuas
Lengkuas, laos atau kelawas (Karo)
(Alpinia galanga) merupakan jenis tumbuhan umbi-umbian yang bisa hidup di
daerah dataran tinggi maupun dataran rendah. Umumnya masyarakat memanfaatkannya
sebagai campuran bumbu masak dan pengobatan tradisional. Pemanfaatan lengkuas
untuk masakan dengan cara mememarkan rimpang kemudian dicelupkan begitu saja ke
dalam campuran masakan, sedangkan untuk pengobatan tradisional yang banyak
digunakan adalah lengkuas merah Alpinia purpurataK
Schum.
Lengkuas adalah terna tegak
yang tingginya 2 m atau lebih. Batangnya yang
muda keluar sebagai tunas dari pangkal batang tua. Seluruh batangnya ditutupi
pelepah daun.[2] Batangnya
ini bertipe batang semu. Daunnya tunggal, bertangkai pendek, berbentuk daun lanset
memanjang, ujungnya runcing, pangkalnya tumpul, dan tepinya rata. Ukurannya
daunnya adalah: 25-50 cm × 7-15 cm. Pelepah daunnya berukuran 15-30 cm,
beralur, dan berwarna hijau. Perbungaannya majemuk
dalam tandan yang bertangkai panjang, tegak, dan berkumpul di ujung tangkai.
Jumlah bunga di bagian bawah lebih banyak daripada di atas tangkai, dan
berbentuk piramida memanjang. Kelopak bunganya berbentuk lonceng, berwarna
putih kehijauan. Mahkota bunganya yang masih kuncup pada bagian ujung warnanya
putih, dan bawahnya berwarna hijau. Buahnya termasuk buah buni,
bulat, keras, dan hijau sewaktu muda, dan coklat, apabila sudah tua.[1]Umbinya berbau
harum, ada yang putih, juga ada yang merah. Menurut ukurannya, ada yang besar
juga ada yang kecil. Karenanya, dikenal 3 kultivar yang dibedakan berdasarkan
warna dan ukuran rimpangnya.[2] Rimpangnya
ini merayap, berdaging, kulitnya mengkilap, beraroma khas, ia berserat kasar,
dan pedas jika tua. Untuk mendapatkan rimpang muda yang belum banyak seratnya,
panen dilakukan pada saat tanaman berusia 2,5-4 bulan.[1]
Ketemu lagi di blog saya, minggu ini adalah minggu pertama saya praktik dan hari pertama praktik sehabis pulang dari training.di minggu ini kami masuk dalam menu Eropean Buffet yang terdiri dari,
Eropean Buffet
Macedoine of vegetable mayonnaise
Jellied fruit salad
***
Shrimp Bisque
Puree Of Pumpkin Soup
***
Spaghetti bolognaise
Beff strawganoff
***
Flaky Cake
Red velvet roll
Horse D'ouvre
Monte Cristo sandwich
Club sandwich
Seperti biasa kami di bagi menjadi 4 kelompok dan masing-masing kelompok menghandle 1 menu, dan kelompok saya di percayakan untuk menghandle menu maincourse yang terdiri dari :
Untuk hari ini kami hanya mengerjakan prepare saja untuk maincourse di karenakan menu tersebut baru keluar ke restaurant besok pada tanggal 19. Jadi semua prepare tentang maincourse kami siapkan semua jadi besok tinggal finishing saja, dan pada pukul 12.00 lewat kami istirahat sejenak untuk melakukan shalat duhur dan setelah itu kami langsung melanjutkan pekerjaan kami. setelah semuanya kelompok selesai dengan prepare nya kami lalu melakukan general cleaning (GC) dan setelah selasai kami lalu makan bersama dengan makanan yang di buat, dan pada pukul 15.30 lewat kami pergi shalat ashar dan setelah itu kami istirahat sejenak dan pada pukul 17.30 lewat kami pulang. Dan ini lah prepare maincourse kelompok saya.